Rabu, 18 Juli 2012

THE WISDOM OF “THE WIZARD OF OZ”

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4

The_wizard_of_oz

 

            Seorang penulis terkenal asal Brasil Paulo Coelho pernah berkata, “It is doubt that makes us grow because it forces us to look fearlessly at the many answer that exist to one question.” Ungkapan ini terasa benarnya tatkala saya menandaskan buku berjudul “The Wizard of Oz” karya L. Frank Baum tahun 1900. Sebuah cerita yang tentu saja (dan semoga saja) tidak asing di telinga kita kecuali kita sudah mulai malas membaca. Buku “The wizard of Oz” ini adalah milik keponakan saya yang kemudian saya pinjam untuk menyegarkan ingatan saya akan kisah-kisah fantastis nan imaginatif di dalamnya. Sekalipun ini kali kedua saya membacanya saya menemukan hal-hal baru yang bagi saya jauh lebih baik ketika saya mengikuti petualangan Dorothy dan kawan-kawannya. Hal-hal baru yang saya temukan ini menolong saya tidak hanya untuk melihat secara keseluruhan petualan Dorothy dan kawan-kawannya namun membawanya juga sebagai bekal dalam kehidupan sesehari. Dalam rangka itulah saya ingin membagikannya untuk Anda.

            Secara keseluruhan kisah yang dituliskan oleh L. Frank Baum ini memang bernafaskan petualangan dan tentu saja sarat dengan keajaiban yang tidak perlu diperdebatkan cukup dikagumi saja. Mungkin sepintas lalu hampir sama dengan kisah Alice in the wonderland yang juga sarat petualangan dan keajaiban. Namun saya tidak hendak mencari persamaan dan perbedaan keduanya, barangkali di lain kesempatan J. Kisah dengan nafas petualangan semacam ini memang cenderung membangkitkan semangat dan keingintahuan bagi para pembaca cilik bahkan orang dewasa pun dapat larut di dalamnya. Maka alur petualangan Dorothy dan kawan-kawannya berhasil menyihir saya untuk ikut berjalan mengikuti bata kuning menuju pengalaman-pengalaman yang fantastis.

            Dikisahkan Dorothy adalah anak yatim piatu yang tinggal di Kansas bersama paman dan bibinya. Namun dalam suatu peristiwa putting beliung yang ajaib, rumah tinggal mereka dan juga Dorothy di dalamnya terjatuh di suatu negeri bernama Oz. Negeri yang bagi mata Dorothy sangat indah dibandingkan dengan Kansas yang gersang dan kelabu. Di sinilah petualangan itu akan segera dimulai. Dorothy bertemu dengan Penyihir dari Utara yang baik hati karena Dorothy berhasil membunuh Penyihir Timur yang jahat tanpa sengaja lantaran rumah yang dibawa angin putting beliung itu menimpa tubuh si penyihir timur. Sekalipun Dorothy dicintai oleh para Munchkin dan penyihir utara namun ia rindu Kansas yang gersang dan kelabu. Penyihir utara memberikan petunjuk agar Dorothy menjumpai Oz penyihir yang bijaksana dan memberi dia ciuman di kening sebagai tanda perlindungan. Berdua dengan anjingnya toto, Dorothy memulai petualangannya.

            Yang saya sukai dari anak kecil bernama Dorothy ini adalah keberaniannya dan daya adaptasinya yang baik. Sesuatu yang jarang saya jumpai dewasa ini. Jauh dari tempat yang dia kenal yaitu Kansas, hanya bersama anjingnya, tidak kenal siapapun, dia masih berani menjalani nasibnya dan mencoba beradaptasi dengan segala kemungkinan yang ada di depannya. Ya, kadangkala ketakutan dan keraguan lah yang melahirkan keberanian dalam diri seseorang untuk terus melangkah mencari jawaban. Di sinilah seolah Paulo Coelho menggarisbawahi petualangan Dorothy dan kawan-kawannya.

         

Thewizoz1
   Di hari pertama petualangan panjangnya itu Dorothy bertemu dengan Boneka Jerami yang terpancang pada tiang kayu di tengah ladang gandum. Dorothy membebaskannya dan mereka pun bersama-sama berjalan menuju Kota Zamrud tempat Oz memerintah. Mereka memiliki dua keinginan yang berbeda, Dorothy ingin pulang ke Kansas sedangkan Boneka Jerami ingin otak agar ia dapat berpikir sebagaimana layaknya manusia.
Tin_woodman
Kemudian di tengah hutan mereka bertemu manusia kaleng bernama Tin Woodman yang sudah berkarat badannya. Dengan diminyaki sedikit engsel-engselnya ia pun bergabung dengan Dorothy dan boneka jerami. Si Tin Woodman ingin bertemu Oz untuk meminta hati karena bagi dia hati-lah yang memandu jalan manusia. Dalam hutan rimba mereka bertemu dengan Singa Penakut yang berbadan besar.
Big_lion
Singkat cerita si Singa besar ini pun ikut juga karena ia menginginkan keberanian dan katanya Oz punya banyak persedian keberanian di singgasananya. Berbeda keinginan dan penghayatan mereka berjalan bersama-sama.

            Tantangan demi tantangan demi mencapai Kota Zamrud dapat mereka hadapi bersama-sama. Di sinilah L. Frank Bau menampilkan keunikan dari masing-masing tokoh, Dorothy yang optimis, Boneka Jerami yang cerdas walaupun dia tak punya otak, Tin Woodman yang sangat sensitif perasaannya hingga dia mudah terharu walaupun dia tak punya hati untuk merasa, dan Singa besar yang selalu menolong kawanan ini dari mahluk-mahluk jahat walaupun ia mengaku dia penakut. Entah apa maksud L. Frank Baum membuat kontras dalam tokoh-tokohnya.

            Sampai suatu ketika mereka berhasil menginjakkan kaki di singgasana Oz. Malang nasib mereka, semua keinginan mereka “ditolak” oleh Oz sebab mereka harus membunuh Penyihir Barat yang jahat  dulu baru kemudian Oz mengabulkan keinginan mereka. Sedikit kecewa dengan Oz, namun itu tidak membuat mereka menyerah sekalipun mereka tidak punya pengalaman membunuh penyihir barat yang konon keji bukan kepalang. Sekali lagi mereka berpetualang menembus kemustahilan, tercerai berai, dijadikan budak oleh penyihir barat dan sampai akhirnya tanpa sengaja Dorothy menyiram penyihir barat dengan air lantara penyihir barat mencuri sepatu perak yang dipakai Dorothy (dari penyihir timur). Maka penyihir barat meleleh dan mereka berhasil menyelesaikan misi membasmi penyihir barat lalu kembali ke Kota Zamrud. Halangan masih rajin menyambangi kawan-kawan kecil ini. Namun perjumpaan mereka sebelumnya dengan Ratu Tikus Ladang berhasil menolong mereka juga karena kecerdikan Dorothy mengambil topi emas penyihir barat. Dengan topi itulah kera bersayap dipanggil oleh Dorothy dan mereka diterbangkan ke kota Zamrud dengan selamat.

            Merasa bahwa tantangan dari Oz sudah diselesaikan mereka berharap-harap cemas Oz akan segera mengabulkan keinginan mereka. Namun sampai berhari-hari mereka tidak dipanggil sampai akhirnya Dorothy mengancam akan memanggil kera bersayap untuk datang ke singgasana Oz. Segera Oz memanggil mereka dan misteri terungkap. Rupanya Oz hanyalah manusia biasa sama seperti Dorothy yang diterbangkan angin ke Oz. Sekalipun mereka kecewa karena Oz tak lebih dari penipu namun mereka berusaha memaafkannya.

            Entah mengapa si Bonek Jerami tetap meyakini bahwa Oz sudah menambahkan “otak” dalam kepalanya yang sebenarnya hanyalah campuran dedak, peniti dan jarum saja. Lalu Tin Woodman yang merasa di dada kirinya berdetak padahal Oz hanya memasukkan semacam bantal kecil berbentuk hati merah. Tak ketinggalan Singa Besar yang meneguk cairan hijau yang sebenarnya hanya cairan biasa namun ia merasa tumbuh keberanian dalam dirinya.  Sampai di sini saya masih menduga-duga apa maksud dari kisah ini. Apakah sejatinya tanpa otak sekalipun si bonek jerami sudah bijaksana dan banyak akal dan itu sudah terbukti dalam petualangan sebelumnya? Apakah Tinwoodman tanpa hati sekalipun sesehari ia sudah menunjukkan bagaiman hatinya begitu lembut dan penuh kasih berbeda dengan tampilan luarnya yang terbuat dari kaleng? Dan singa besar, sesungguhnya ia tak perlu mereguk cairan keberanian karena sepanjang petualangan tadi keberanian di dalam dirinya sudah dibentuk? Seolah-olah L. Frank Baum hendak menegaskan bahwa seringkali kita tidak mampu menemukan kebijaksanaan, belas kasih dan keberanian yang bersemayam dalam diri kita yang akan bangkit seiring perjalanan. Seolah-olah pernyataan dari orang luar-lah yang menentukan kita punya kebijaksanaan, belas kasih dan keberanian atau tidak.

            Singkat cerita Dorothy tak dapat kembali ke Kansas namun ia diberi petunjuk untuk bertemu dengan Penyihir dari Selatan yang konon katanya baik dan dapat menolong Dorothy kembali ke Kansas. Ternyata Penyihir Selatan nyaris tidak melakukan apapun untuk menolong Dorothy selain memberi dia informasi bahwa sepatu perak yang ia pakai itu adalah alat untuk membawanya kembali ke Kansas bahkan pada hari pertama ia berhasil membunuh penyihir timur dan memakai sepatu perak tersebut. Dorothy tidak kecewa, justru ketidaktahuannya menjadi berkah bagi Boneka Jerami, Tin Woodman, dan Singa Besar. Ketidaktahuan Dorothy menghantarkannya kepada sebuah peziarahan panjang dimana ia berjumpa dengan karakter-karakter yang unik dan  dalam peziarahan itulah setiap insan berkembang menjadi orang-orang yang lebih baik dari sebelumnya. Dalam sekejap Dorothy sudah ada di Kansas.

            Apa yang disampaikan oleh L. Frank Baum pada tahun 1900 masih relevan di tahun 2012, setidaknya bagi saya. Dari kisah Dorothy dan kawan-kawannya saya belajar,

     Saya belajar arti optimisme dari si kecil Dorothy.

Optimisme Dorothy memang luar biasa walaupun ia pernah menangis karena tidak tahu apakah ia sanggup membunuh penyihir barat atau tidak. Bagi saya optimisme bukan berarti kita tidak diperkenankan menitikan air mata atau gamang. Optimisme bagi saya adalah bagaimana seseorang sekalipun ia sedih atau gamang (tidak tahu bisa atau tidak, mampu atau tidak) tetap memutuskan untuk melangkah apapun hasilnya nanti.

     Saya belajar arti “membentuk diri sendiri”

Bonek Jerami, Tin Woodman dan Singa Besar pada awal petualangan menggambarkan orang-orang yang tidak mampu melihat apa yang ada di dalam diri mereka sebagai sebuah potensi yang mengubahkan. Selama ini banyak orang beranggapan bahwa hidup adalah melulu soal menemukan diri sendiri. Tapi hidup sesungguhnya adalah soal membentuk diri sendiri dengan bahan mentah yang ada di dalam diri kita masing-masing. Terbukti pada Boneka Jerami yang mengeluhkan dirinya tak berotak padahal dalam setiap tantangan ia mampu mencetuskan ide-ide cemerlang bagi kawanan ini. Lalu Tin Woodman yang mengeluhkan dirinya tak berhati sehingga tak mampu memahami situasi dengan hatinya padahal sepanjang petualangan Tin Woodman adalah orang yang penuh perasaan dan belas kasih. Serta Singa Besar yang menjadi tidak percaya diri karena merasa diri pengecut padahal beberapa kali ia tampil sebagai penyelamat. Mereka adalah orang-orang yang tidak menyadari akan potensi yang begitu berharga dalam diri mereka. Petualangan dan tantangan lah yang membentuk potensi mereka sebab sesungguhnya Oz tidak melakukan apapun pada mereka. So, create your self.

     Saya belajar arti perjumpaan yang mengubahkan dari kawan-kawan saya ini. 

Dari ketidaktahuan lahirlah perjumpaan yang merangkai petualangan, bukankah sebenarnya ini yang acapkali terjadi dalam kehidupan kita? Ketika kita dihadapkan pada situasi tertentu atau pilihan tertentu, paling banter kita hanya tahu “plus minusnya” tapi tidak benar-benar tahu akan apa yang nantinya kita hadapi dalam setiap keputusan yang kita buat. Nah ketidaktahuan ini janganlah dianggap sebagai sebuah beban namun jalani saja seperti Dorothy. Karena kita tidak pernah tahu kita akan berjumpa dengan siapa dan akan seperti apa kisah hidup kita. Biarkanlah orang lain menempuh jalan hidupnya dengan ritmenya sendiri, kita jalani dengan ritme kita sendiri. Dan ini benar terjadi pada saya. Keputusan saya rehat sejenak dari proses yang ada tidak membuat saya lantas kecewa karena ritme saya melambat yang ada saya bersyukur karena punya kesempatan melukis lebih banyak, menulis lebih leluasa, pengalaman menghabiskan waktu dengan keluarga dan teman dan menghayati hidup dengan lebih baik dari sebelumnya.

 

Ketidakmengertian kita akan masa depan membawa kita pada perjumpaan-perjumpaan yang mengubah kita maupun orang lain, hanya dibutuhkan keberanian dan kepercayaan untuk menjalaninya.

Terimakasih Dorothy, Boneka Jerami, Tin Woodman, Singa Besar dan toto J

 

 

Thewizoz2

 

Wonosobo, 18 Juli 2012

Y. defrita R.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar