Senin, 21 Maret 2011

Jalan-jalan di Solo





Foto-foto ini adalah jalan-jalan saya dengan kekasih saya persis satu minggu sebelum saya Ujian Skripsi. Jadi kalau yang lainnya cukup pusing dengan persiapan ujian skrispsi, saya malah jalan-jalan ke Solo. Waktu itu hari Sabtu tanggal 11 Desember 2010. Pagi jam setengah 8, kekasih saya menjemput saya, lalu kami sama-sama ke Stasiun Lempuyangan. Menitipkan motor ke parkir 24 jam di sana. Lalu antri beli tiket Pramex. Menunggu beberapa saat di kursi tunggu sambil sibuk mengamat-amati orang yang lalu lalang dan kemudian Pramex itu datang juga. Kami tidak dapat tempat duduk, tapi kami cukup bahagia dengan berdiri sambil bercakap-cakap selama kurang lebih satu jam. Kami turun di Stasiun Balapan, naik becak ke belakang Pasar Gede untuk sarapan Timlo. Kekasih saya habis dua porsi hahahahaa....memang Timlonya nyamleng je! Setelah itu kami berjalan kaki sambil terus foto-foto dan tibalah kami di Karaton Surakarta. Setelah bayar tiket masuk, maka mulailah kami menjelajah Karaton Surakarta dan tak lupa foto-foto sambil sesekali berleha-leha di serambi Karaton yang teduh karena banyak pohon beringin di halaman tengah. Setelah puas di Karaton Surakarta, kami berjalan kaki ke Pusat Grosir Solo yang ada di depan jalan masuk menuju Karaton Surakarta dan Pasar Klewer. Kami mulai mencari batik Solo. Dan ada kemeja batik warna biru untuk kekasih saya, dan dia membelikan saya rok batik dengan motif dan warna yang cerah. Lelah mencari batik, saya dan kekasih makan siang di food court lantai atas. Setelah makan siang kami naik becak ke Notosuman dengan niat membeli serabi. Selesai membeli serabi, kami lanjut ke Stasiun Balapan dan pulang ke Yogyakarta...

Aku dan Sahabat




Inilah foto-foto saya dengan ke-4 sahabat saya. Yang paling imut dengan rambut cepat adalah Arivia Novia Susanti a.k.a Mak Phia, Nona dari Sumba berwajah India bernama Yobelia Karmila Nova Bili a.k.a Lia a.k.a Ijho, perempuan kalem berkacamata dengan wajah khas perempuan Jawa pada umumnya adalah Wahyu Esti Rahayu a.k.a Mbok De, dan satu-satunya lelaki dalam persahabatan kami adalah Ayub Sekti a.k.a Ujang. Kami bertemu tahun 2005 di Fakultas Theologia Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta. Selama 5 tahun itu pula kami mengalami pasang surut kehidupan dan tali persahabatn ini selalu membawa kami kembali berlabuh ke tempat yang teduh. Ke-4 orang tersebut adalah pribadi-pribadi yang Tuhan berikan pada saya yang memberi warna dalam perjalanan hidup saya. Mereka adalah sayap, kaki, tangan dan mata saya untuk terus menapaki hidup ini. Terimakasih sahabat-sahabatku... karena kehadiran kalianlah hidupku berwarna...
aku mencintai kalian dengan sepenuh hati...

Jalan-jalan di Yogyakarta...Never Ending Asia










Foto-foto ini adalah sebagian kecil dari hobi saya dan kekasih saya. Saya memang hobi jalan-jalan, makan-makan, serta foto-foto dan tak lama kekasih saya ini pun ketularan hobi saya. Akhirnya kami selalu meluangkan waktu dengan berburu obyek foto yang menarik, berburu tempat-tempat yang bagus, serta berburu kuliner yang unik dan nyaris dilupakan orang. Foto-foto di atas itu menampilkan beberapa lokasi misalnya: foto dengan background mural, itu diambil di dekat jalan wongsodirjan, sebelah stasiun kereta api Tugu. Foto dengan background lengkungan itu diambil di pelataran masjid UGM, dan foto kekasih saya yang sedang nempel di tembok kusam itu ada di dekat pintu masuk Keraton Yogyakarta. Foto dengan background post office itu diambil di pojokan Kota Gede, dan foto saya yang ada di dalam kotak berukir itu diambil di Plengkung. Lalu foto candi itu adalah Candi Sambisari...banyak yang tidak tahu tempat ini, namun dengan rasa ingin tahu yang menggebu, maka jam 9 pagi kami berdua tiba di candi tersebut. Terakhir tentu saja foto saya itu di Parangtritis.
Nantikan foto-foto lain dari kami...