Senin, 17 Desember 2012

Apa maknanya....

Tidak terasa seminggu lagi kita merayakan Natal. Sekalipun kesibukannya sudah mulai terasa dari beberapa bulan yang lalu. Saya pun dalam moment jelang Natal ini turut terhanyut dalam kesibukan Natal. Berbeda dari tahun yang lalu, saya menjadi anggota jemaat yang baik, yang mengikuti setiap kegiatan Natal yang diadakan di gereja. Kesibukan itu ternyata tidak hanya menggerus energi saya, sehingga harus terkena ISPA dan radang, namun juga menggerus waktu saya untuk merenung. 

Dalam kesibukan seperti ini, justru hal yang paling saya takutkan adalah saya kehilangan diri saya sendiri di antara tumpukan-tumpukan kegiatan dan urusan. Kesibukan yang terlanjur menancap di benak dengan bentuk jadwal kegiatan dan goalnya, jelas mampu membuat siapapun, termasuk saya jadi lengah dan lelah. Lengah terhadap apa? lengah untuk menikmati apa yang sedang saya kerjakan. Lengah untuk menikmati apa yang sedang menjadi kesibukan saya. Yang terjadi jurstu saya berlari dari satu list kegiatan menuju list berikutnya dan begitu seterusnya. Sehingga ketika semua sudah berlalu, ketika lampu sudah dipadamkan, kemeriahan sudah beranjak menjadi sepi, maka yang terisa adalah pertanyaan besar bagi diri saya sendiri, "Apa maknanya?" 

Saya pun merenung, dalam kesibukan ini, tak masalah apapun jenis kegiatan yang sudah terlanjur membuat saya jadi orang sibuk, satu hal yang pasti saya, si pelakon tidak boleh kehilangan kesadaran saya sendiri saat saya mengerjakan semua urusan yang menyibukkan saya. Tak masalah apa jenis kegiatan yang sudah membuat saya sibuk, saya harus melakoninya dengan seluruh keberadaan diri saya sehingga ketika semua sudah usai, lampu sudah dipadamkan, lagu-lagu natal sudah berhenti, saya dapat memberi jawab pada hati nurani saya, apa makna semua ini bagi saya.

Apakah hanya putaran rutinitas belaka yang begitu adanya setiap tahun? Apakah hanya karena terlanjur mengiyakan? Apakah karena ada keinginan mengasah diri dan menambah jam terbang? Atau karena saya ingin mempersiapkan "ruangan" bagi Dia dan sesama?

 

saya masih merenungkannya...dan hati nurani saya masih setia menunggu jawaban saya :)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Y. Defrita R.

Wonosobo, 17 Desember 2012

Christmas_greetings_-_namecovers
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar