Kalau tahun lalu ulang tahun kekasih saya Abdismar Cordius Zandroto dirayakan di Keraton Yogyakarta sambil nonton para abdi dalem latihan karawitan, maka tahun ini di saat usianya menginjak angka 27 dirayakan di Jujugan Serayu, Wonosobo Jawa Tengah. Kami makan ikan gurame lombok ijo 1 ekor, nasi 1 ceting untuk 2 orang, es teler 2 gelas dan 1 piring tumis kangkung...nikmatnya makanan yang disajikan cepat selaras dengan keindahan sungai, batu-batuan, suara gemericik air terjun dan hijaunya sawah serta bukit yang menjadi daya tarik tersendiri untuk selalu datang ke Jujugan Serayu...
Hidup ini ibarat perjalanan yang lanskapnya selalu berubah-ubah. Kita semua memulai perjalanan bersama-sama, berbagi persahabatan ,kegembiraan, kesedihan dan pengalaman. Merangkumnya lewat kata dan gambar dalam lembar-lembar catatan perjalanan. Sebab dengan demikian kita meninggalkan jejak yang mungkin suatu ketika akan berguna bagi pejalan yang lain…
Senin, 21 Maret 2011
Ulang tahun kekasihku....
Kalau tahun lalu ulang tahun kekasih saya Abdismar Cordius Zandroto dirayakan di Keraton Yogyakarta sambil nonton para abdi dalem latihan karawitan, maka tahun ini di saat usianya menginjak angka 27 dirayakan di Jujugan Serayu, Wonosobo Jawa Tengah. Kami makan ikan gurame lombok ijo 1 ekor, nasi 1 ceting untuk 2 orang, es teler 2 gelas dan 1 piring tumis kangkung...nikmatnya makanan yang disajikan cepat selaras dengan keindahan sungai, batu-batuan, suara gemericik air terjun dan hijaunya sawah serta bukit yang menjadi daya tarik tersendiri untuk selalu datang ke Jujugan Serayu...
My Graduation




Tepat pada tanggal 19 Februari 2011 saya di wisuda...sudah lulus dari Padepokan Theologia UKDW Yogyakarta. Ada hal-hal berkesan yang saya rasakan dan akan saya sampaikan di sini:
Pertama:Pesan yang paling berkesan dari saya adalah dari seorang pendeta yaitu Pdt. Simon Filantropha yang mengatakan, "Puncak dari Theologia adalah perbuatan". Pesan itu menjadi amanat bagi saya bahwa ilmu Theologia dan titel Sarjana Sains of Theology itu tidak akan berarti apa-apa tanpa diwujudnyatakan dalam laku hidup sesehari. Biarlah kiranya semangat itu yang mengawal langkah saya dari sekarang sampai pada akhirnya nanti!
Kedua: Terimakasih sedalam-dalamnya untuk Mama saya. She is my Hero. Lewat kesederhanaan dan kebersahajaannya, dia selalu hadir menguatkan saya dan menjadi motivasi terbesar saya untuk terus menuntaskan skripsi dengan sebaik-baiknya.
Ketiga: kakak-kakak saya yang selalu memberikan dukungan dan doa... walaupun kadang saya bandel dan cuek...mereka tetap adalah kakak-kakak saya yang selalu ada untuk saya...terimakasih.
Ke-empat: Kekasih saya, Abdismar Cordius Zandroto yang selalu ada selama proses penyelesaian skripsi sampai detik ini. Kesabaran dan kesetiaannya membuat saya menghormati dia sebagai lelaki baik yang Tuhan berikan pada saya.
dan tentu saja, yang amat sangat berkesan adalah Cara Kerja Allah yang sulit dinalar oleh saya. Setelah melalui berbagai macam halangan dan rintangan semasa mengerjakan skripsi dan bahkan sumbu pengharapan itu hampir pada...Allah selalu punya metode kerja yang sulit saya pahami...dan dalam masa-masa sulit itulah, saya diajar untuk "surrender in God's methode" sulit memang, namun kesetiaan, kuasa dan kehadiran Allah membuat saya tersenyum dan berkata, "Aku lulus"...terimakasih!
Sabtu, 19 Maret 2011
WARNAKU
Di sini ada banyak warna...
ada merah menyala...
ada kelabu yang redup namun masih terlihat...
ada hijau teduhkan mata...
lihat..
ada hitam kelam
ada biru cerah...
dan masih ada banyak warna-warna lain di sini...
setiap orang memiliki warnanya...
setiap orang memiliki kuasnya masing-masing...
melihat aneka warna disapukan oleh masing-masing kuas itu,
aku bertanya pada diriku, "warna apa yang akan kau sapukan?"
aku masih berdiri menggegam kuas ku...
aku tidak terlalu yakin akan ku apakan kuasku ini...
warna apa yang ingin ku torehkan nanti...
aku tidak terlalu tahu...
warna-warni itu berkelebat kian kemari
memainkan komposisi yang harmonis dengan sedikit distorsi di sini dan sana...
kembali hatiku bertanya, "warna apa yang akan kau sapukan?"
aku terdiam...
tertunduk menatap kuasku
kuas yang ku genggam sedari tadi...
kuas yang ku pegang seolah tak hendak dilepaskan...
yah...
aku sama seperti mereka...
aku memiliki kuas juga...
tapi...
lihat...
aku punya warna yang berbeda...
yang aku perlukan hanyalah menggegam kuasku dengan percaya diri
dan menyapukan warna ku sendiri...
perlahan namun pasti kalian akan melihat warnaku...
Yohana Defrita Rufikasari
Darmo Satelit, 19 Maret 2011
ada merah menyala...
ada kelabu yang redup namun masih terlihat...
ada hijau teduhkan mata...
lihat..
ada hitam kelam
ada biru cerah...
dan masih ada banyak warna-warna lain di sini...
setiap orang memiliki warnanya...
setiap orang memiliki kuasnya masing-masing...
melihat aneka warna disapukan oleh masing-masing kuas itu,
aku bertanya pada diriku, "warna apa yang akan kau sapukan?"
aku masih berdiri menggegam kuas ku...
aku tidak terlalu yakin akan ku apakan kuasku ini...
warna apa yang ingin ku torehkan nanti...
aku tidak terlalu tahu...
warna-warni itu berkelebat kian kemari
memainkan komposisi yang harmonis dengan sedikit distorsi di sini dan sana...
kembali hatiku bertanya, "warna apa yang akan kau sapukan?"
aku terdiam...
tertunduk menatap kuasku
kuas yang ku genggam sedari tadi...
kuas yang ku pegang seolah tak hendak dilepaskan...
yah...
aku sama seperti mereka...
aku memiliki kuas juga...
tapi...
lihat...
aku punya warna yang berbeda...
yang aku perlukan hanyalah menggegam kuasku dengan percaya diri
dan menyapukan warna ku sendiri...
perlahan namun pasti kalian akan melihat warnaku...
Yohana Defrita Rufikasari
Darmo Satelit, 19 Maret 2011
Langganan:
Postingan (Atom)