Kamis, 10 Mei 2012

menanti di ambang fajar...

Hari ini sama seperti hari-hari yang lalu...

matahari masih akan menjumpaiku dari ufuk timur...

berdiri di sini menunggu sinarnya menyapa...

tapi kali ini aku berdiri di sini bukan sekedar menunggu sinarnya menyapaku...

tetapi menunggu kabar dari mu...

dan menunggu kedatanganmu...

kalau saja aku salah satu dari kawanan burung yang terbang rendah menjemput fajar...

ku pastikan aku ada di sisimu saat ini...

kalau saja aku penguasa waktu, akan ku hentikan detiknya demi dirimu...

apa saja akan ku lakukan...

demi dirimu...

tapi hari ini,

ketika pagi begitu menggingit...

kabut seakan menggelayuti hatiku...

ku rasakan kekosongan luar biasa...

tidak ada sapamu...

tidak juga senyum pagimu...

sebersit kecemasan menyeruak...

sudah ku tahankan...

tapi tak kuasa ku bendung...

bagaimana kalau setiap menanti sinar fajar aku berdiri sendiri di sini?

bagaimana kalau setiap senja tiba aku terpaku membeku di sini sendiri?

dan masih ada sejuta bagaimana yang menanti jawaban...

tapi hanya sepi yang ku jumpai di embun pagi yang membelai rumput...

hanya ada aku dan sinar fajar yang perlahan menatapku...

sayang kau tak ada di sini...

 

 

bersama dengan ratusan burung yang terbang rendah menjemput fajar...

bersama dengan angin pagi yang berhembus dingin...

bersama dengan cinta dan iman yang ku genggam erat....

aku harap kau baik-baik saja di sana...

ya Sumber Cinta dan Kehidupan...

pemilik musim dan perubahan...

dengarlah aku....

 

aku menunggumu pulang...

aku selalu menunggumu...

 

 

 

 

 

 

 

Wonosobo, 10 mei 2012

Y. Defrita Rufikasari

*untuk setiap hati yang menantikan kabar kepulangan para kekasih jiwa mereka yang menjadi korban pesawat Sukhoi..Allah segala iman mendengarkan kalian dan menguatkan kalian melewati masa yang sukar ini...you are not alone, God of all faith always be with you by His many ways...we pray be with you...*

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar