Selasa, 20 April 2010

Balada Negeri Lupa

BALADA NEGERI LUPA

Aku lupa

Kamu lupa…

Dia lupa…

Kita lupa…

Tak apa, tokh ini memang negeri lupa.

Tak masalah siapa yang lupa siapa dan apa.

Lupa…lupa…lupa…

Semua orang lupa.

Lupa akan hak orang lain.

Lupa akan derita pilu orang lain.

Lupa akan teriak pedih orang lain.

Lupa mana yang benar dan mana yang salah.

Lupa mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan.

Lupa mana yang harus diusut supaya tak makin kusut.

Lupa mendengarkan suara nurani.

Benar-benar lupa…

Lupa yang terus dibudidayakan.

Lupa yang merembes di setiap otak.

Lupa yang terlanjur dianggap wajar dan sah.

Benar-benar lupa…

Tak masalah kalau kau lupa berbaju,

Sebab mereka memang lebih suka telanjang

dan memamerkan apa yang harus ditutupi,

tetapi menutupi apa yang harus dibuka.

Tak masalah kalau kau lupa urusan mana yang harus didahulukan,

Sebab mereka juga lebih mementingkan diri sendiri.

Tak masalah kalau kau lupa cara memperlakukan orang lain,

sebab dehumanisasi adalah salah satu ciri khas tempat ini.

Kawan, jangan heran…

Ini memang negeri lupa.

Dimana lupa menjadi kebiasaan…

Lupa menjadi alasan…

Lupa menjadi hiasan…

Kawan, hati-hati…

Kau sedang ada di negeri lupa,

Lupa…lupa…lupa..lupa…

Aku lupa…

Kamu lupa…

Dia lupa…

Kita lupa…

Orang-orang lupa!!!

***



Yohana Defrita Rufikasari

Yogyakarta, 16 April 2010 (04:59 PM)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar