Senin, 04 Mei 2009

REFLEKSI HARI PENDIDIKAN NASIONAL

Tanggal 2 Mei kita kenal sebagai HARDIKNAS alias "Hari Pendidikan Nasional". Saya tidak tahu apakah HARDIKNAS tahun ini diwarnai dengan serangkaian kegiatan seremonial atau tidak. Hanya saja seingat saya dulu biasanya ada upacara segala, cuman waktu saya SMA nah itu baru tak ada upacara. Hardiknas kali ini masih sama dengan HArdiknas tahun-tahun yang lalu...setidaknya bagi saya. Dimana letak kesamaannya? yah sama-sama bikin saya merenung kembali "Hendak Ke mana langkah kaki PENDIDIKAN NASIONAL di negeri ini?" Adakah suatu perubahan yang berarti yang sudah kita lakukan bagi pendidikan di negeri ini? atau justru foto buram yang mengabadikan potret buruknya pendidikan di Indonesia?
Pertanyaan-pertanyaan itu membuat saya kembali melihat bagaimana pendidikan di negeri ini berlangsung. Dari jaman kolonial Belanda, sekolah ada sepotong barang mewah yang hanya dapat dinikmati kalangan "darah biru" dan tentu saja nonik dan sinyo Belanda. Sekolah menjadi sesuatu yang diharapkan....diinginkan dengan sangat...oleh setiap rakyat Indonesia. Lalu munculah gerakan-gerakan lokal yang dengan gigih memperjuangkan akses pendidikan bagi warga "non-darah biru dan bagi perempuan". Para tokoh pejuang pendidikan ini menyadari betul bahwa pada hakikatnya "PENDIDIKAN ITU UNTUK SIAPA SAJA". Pendidikan itu layak dinikmati siapa saja yang ingin semakin manusiawi bagi sesamanya dan alam. Lalu mesin waktu membawa kita "melompat" dan tibalah kita di tahun 2000-an....Milenium! Adakah yang berubah?....
Hm....dalam kurun waktu 2000-2009 ada banyak potret buram pendidikan... salah satunya peristiwa STPDN. Kekerasan yang dilakukan di lingkup pendidikan yang seharusnya membuat manusia makin berbudi luhur malah menjadi buas bak hewan liar. Sebenarnya tak hanya di STPDN atau IPDN saja namun di sekolah-sekolah lain hal ini dirahasiakan atau tidak di "blow up" oleh MEdia Massa kita. Kekerasan pun kini merambah tingkat yang lebih rendah yaitu Sekolah Dasar dan virus "kekerasan" ini merubah diri dengan nama keren "bulying'. Yah, anak SD pun kini sudah bisa berlagak bak preman kampung yang adu kuasa dengan anak lain. Lantas bagaimana para pendidik menanggapi ini? entahlah apakah ada yang dengan serius menanggapi hal ini atau justru "cuek bebek". Lha, mau dibawa kemana generasi muda jika ternyata lembaga bernama PENDIDIKAN tak mampu mendidik manusia?walahualam bisawab deh.
selain itu ternyata nih, akses PENDIDIKAN tidak berubah. Maksudnya? yah cuma bisa dinikmati oleh ORANG BERDUIT! Kok tidak berubah ya?sejak dari jaman kolonial Belanda sampe sekarang masih sama-sama susah diakses oleh wARGA MISKIN! Lhadalah, ada apa dengan pendidikan kita? orang-orang yang berduit akan mampu mengakses pendidikan dengan kurikulum internasional....tetapi warga miskin dan tersingkir...boro-boro sekolah, rumah aja kagak punya. Apakah kita lantas berpikir bahwa taraf hidup para pendidik akan berubah menjadi lebih baik karena akses pendidikan kebanyakan bagi orang berduit? jangan salah menafsirkan dulu....pendidik yang kaya ya ada...tapi yang musti kerja sampingan jadi tukang ojek, tukang sayur, tukang jahit dan tani juga buanyyaakkkk. Konon kabarnya hal ini disebabkan pemerintah kurang memperhatikan para pahlawan pendidikan ini!wiuh........ T_T
Ternyata kebobrokan itu tak hanya ada di aras manusia yang ingin menikmati pendidikan tetapi juga para pendidik yang berjuang mencerdaskan rakyat! Duh Gusti, mau kemana pendidikan ini diarahkan? apakah hari pendidikan nasional harus diperingati ketika faktanya pendidikan itu hanya diakses oleh segelintir manusia? selamat merenung dan berbuat sesuatu...



note:ini pikiran jail sih, hm...saya pengen tahu nih apakah capres dan cawapres plus koalisinya masing-masing sempet mikirin hal ini atau gak ya? ato mereka lebih sibuk memikirkan gimana caranya bagi-bagi kekuasaan?walahualam deh.


salam

Jumat, 17 April 2009

What's going on with SPONGEBOB???

Part of us may be like to watch cartoon movies...but almost people... especially adult, doesn't like to watch cartoon movies. Some adult that i met said that they didn't like to watch those movies 'cause they think it just for children...and nothing we can found from those movies... but, it's true??? let we see...
Actualy, i love cartoon movies...they always give us some learning points with funny way...and teach me to laugh myself =) every evening...if i don't have any activity or appointment, i usualy sit in my lovely chair and start to watch cartoon movies...one of the cartoon movies that i like is "SPONGEBOB SQUARE PANTS". The Yellow sponge called "Spongebob" with his square pants, a dumby star sea called "Patrick" and many more. In some episode, Spongebob told his Grand father story. He said that his grand father is a founding father of Bikini Bottom. And he dreams that someday ...he will be a hero for bikini bottom...so he could make his all family proud of him. At the end of the episode...Spongebob said that everyone of us is invited to make a good track record for our generations...so our son, grand son...will learn from our good track record. Wow....it's such a good message for us...we are responsible to make a good track record, so everyone not only our family...will learn from our track record. Just remember, everything we do in this life...actually, we are writting our life in a book that can open by everyone!...so becareful with what you are write on....


sincerely,
Joanna Dee

Senin, 13 April 2009

CHARLIE AND CHOCOLATE FACTORIES

Di sebuah kota (entah dimana yang pasti selalu tertutup salju dan lil'bit membosankan) ada sebuah perusahaan cokelat yang konon katanya terbesar di seluruh dunia. Perusahaan ini milik Willy Wonka. Suatu ketika saat W. Wonka (untuk seterusnya disebut Wonka saja) merapikan rambutnya di barber shop dia terperangah ketika melihat ada sehelai rambut putih yang terkulai di pundaknya. Menurut Wonka, di balik sehelai rambut putih itu dia dapat melihat seluruh perjalanan hidup dan kariernya. Maka saat itu juga dia memutuskan untuk mencari ahli waris yang akan menjalankan roda perusahaan coklatnya. Setelah dia berdiskusi dengan para pekerjanya yaitu suku Oompa-Loompa (suku orang-orang kerdil mirip kurcaci) dia mulai menyebarkan 5 Golden Ticket ke seluruh dunia. 5 tiket emas itu ada di dalam kemasan coklat Wonka yang konon katanya lembut.
Maka sejak diumumkannya 5 tiket emas yang disebarkan oleh Wonka maka seluruh dunia mulai berburu coklat Wonka, siapa tahu nasib lagi untung dan mendapatkan tiket tersebut. Bagi 5 orang yang memiliki tiket emas itu maka mereka yang beruntung ini akan diundang mengikuti tur ke perusahaan coklat Wonka dan hanya akan dipilih 1 orang yang layak menjadi ahli waris seluruh kekayaan Wonka termasuk perusahaan coklatnya itu. Media Massa mulai menemukan 1 orang bocah laki-laki gendut (namanya Agusta) yang mengaku mendapatkan tiket emas tersebut. Anak ini begitu gendut dan rakus, bahkan saat diwawancarai saja dia masih sempat-sempatnya mengunyah coklat batangan keluaran Wonka. Tak berapa lama kemudian ditemukan lagi seorang gadis kecil yang sangat kaya raya namun amat sangat arogan, kehendaknyalah yang harus terjadi di bumi ini dan dia tidak kenal kata CUKUP. Dia memenangkan tiket itu bukan dari usahanya sendiri namun karena dia merajuk atau lebih tepatnya memerintah ayahnya untuk mempekerjakan karyawan ayahnya untuk berhenti mengupas kacang namun mulai mengupas bungkus Wonka cokelat.
Orang ke-3 yang memperoleh tiket itu adalah seorang gadis kecil yang jago karateka dan jago mengunyah permen karet (hanya karena dia adalah pemegang rekor mengunyah permen karet selama 3 bulan!!! fiuh...menjijikkan x_x). Gadis kecil ini bernama violet. dan orang ke-4 yang memenangkan tiket emas itu adalah seorang bocah yang GILA SAINS dan GAMES...padahal dia tidak suka coklat dan tidak terlalu peduli dengan tiket itu namun ortunya yang seorang guru geografi mendorong dia untuk ikut tur di perusahaan Wonka tersebut. Sudah ada 4 orang yang mendapatkan tiket emas itu dan dunia menanti satu orang lagi yang mendapatkan tiket emas tersebut.
tersebutlah seorang anak bernama Charlie Bucket yang hidup bersama dengan dua pasang kakek dan nenek, ayah dan ibu di sebuah rumah yang jauh dari kata nyaman. Bayangkan saja atap rumah mereka itu hampir roboh dan dinding mereka sudah amat miring( mengalahkan kemiringan menara Pisa). Dua pasang kakek dan nenenk itu tidur di atas ranjang yang sama, karena hanya itu yang mereka punya. sedangkan ayah dan ibu serta charlie hanya membaringkan tubuh di sebuah tempat tidur kecil. Ayah Charlie adalah seorang karyawan pasta gigi sedangkan ibunya adalah ibu rumah tangga yang baik. Ayah Charlie baru saja di PHK karena pihak pabrik pasta gigi ingin mengurangi tenaga kerja manusia dan menggantikannya dengan tenaga mesin karena meningkatnya pesanan pasta gigi. Namun ayah Charlie tak sanggup mengakui itu pada Charlie. Ibunya Charlie berusaha memberikan semangat dan dorongan pada suaminya agar tak berputus asa dan terus berupaya, sampai-sampai ibunya mengencerkan bubur yang tersisa di bulan itu agar dapat dimakan sampai bulan berikutnya sampai ayah Charlie menemukan pekerjaan baru. Charlie terenyuh melihat orangtuanya yang begitu kompak.
Saat Charlie ulang tahun, ayah dan ibunya sepakat memberi dia hadiah coklat Wonka. Mereka tahu di kedalaman hati Charlie, anak ini sangat ingin mendapatkan tiket emas yang ke-5 itu. Maka malam itu ayah dan ibunya memberi Charlie memberikan coklat Wonka yang barangkali bagi mereka itu adalah hal termewah. Charlie harap-harap cemas saat membuka bungkus coklat itu. Wajah dua pasang kakek dan neneknya serta ayah dan ibunya juga sangat tegang. Ibunya tak ingin Charlie kecewa, dia berkata,"Charlie, jangan kecewa jika kau tak menemukan tiket emas Wonka itu...setidaknya kau dapatkan coklat itu sebagai hadiah ulang tahunmu". Charlie segera membuka bungkus itu dan .....dia tak mendapatkan tiket emas itu. Ada ekspresi kecewa namun dia segera membagi-bagikan coklat itu pada seluruh anggota keluarganya.
keesokan harinya saat dia jalan-jalan, dia menemukan selembar uang. Charlie begitu bahagia. Dia segera masuk ke sebuah toko jajanan dan dia membeli coklat Wonka dengan rasa yang lembut. Dia tak sabar untuk tidak membukanya sekarang. Maka dia segera membuka coklat itu di toko tersebut. Dan....Voila!!!!!!! Charlie adalah orang ke-5 yang mendapatkan tiket emas itu. Segera saja pengunjung toko itu terbelalak kaget. Ada sepasang suami istri yang menawari Charlie sejumlah uang asalkan saja dia mau memberikan tiket itu padanya. Charlie bimbang. Namun berkat kebaikan hati si empunya toko yang wajahnya mengingatkan saya akan Nelson Mandela maka Charlie dengan mantap menolak tawaran itu dan bergegas pulang ke rumahnya yang reot.
Di balik tiket emas itu ada pengumuman bahwa tanggal 10 Februari jam 10 pagi setiap pemegang tiket emas harus berkumpul di depan pabrik coklat Wonka dan masing-masing pemegang tiket emas itu boleh ditemani 1 orang. Charlie berangkat ditemani kakeknya (Maaf saya lupa namanya). Tepat jam 10 pagi pintu pabrik dibuka dan petualangan dimulai!
Wonka ternyata orang yang nyentrik dan penuh misteri. Tur di pabriknya hari itu benar-benar penuh pengalaman unik sarat makna. Dia mengawalinya dengan mengijinkan pengunjung untuk memakan apa saja yang ada di sana. jadi 10 orang itu ada di atas rumpu hijau segar yang dapat dimakan, ada air terjun dan sungai dari coklat, ada bunga-bunga dan buah-buahan yang semuanya manis dan dapat dimakan. Maka si bocah gendut itu tidak menanti lama dia dengan amat rakus memakan semua yang ada di sana. sampai-sampai dia menyendok sungai coklat dengan tangannya dan...dia tenggelam dalam sungai coklat itu. Semua panik. Namun Wonka tenang-tenang saja. Tak berapa lama ada msin penyedot coklat yang menyedot sungai coklat itu...dan otomatis si bocah gendut itu turut tersedot dan berakhirlah dia di pabrik pengolahan coklat. tinggal 4 orang lagi. Menarik ketika Wonka mengatakan demikian di awal turnya, "Hati-hati gunakan akal sehat kalian". tur beranjak ke ruang eksperimen maha canggih milik Wonka. di sana si Violet sangat tertarik dengan permen karet yang dijelaskan oleh Wonka. permen karet ini mampu membuat kita kenyang sebab di dalam sebungkus kecil permen karet itu ada 3 menu makanan yaitu makan pagi berupa sop tomat, makan siang, dan makan malam berupa daging asap dan kentang goreng plus es krim blueberry. Violet tak sabar dan akhirnya dia mengunyah permen karet ajaib itu. namun saat dia mengatakan bahwa dia sedang menikmati es krim blueberry itu maka seluruh kulitnya berubah menjadi ungu kebiruan dan alamak...badannya berubah menjadi seperti blueberry...bulat besar... maka si violet berakhir di ruang pemerasan jus milik Wonka yang membantunya menjadi normal kembali. otomatis tinggal 3 orang. Kini tur berpindah ke ruang pemecahan kenari. uniknya pegawai yang memecahkan kenari itu adalah tupai-tupai terlatih yang punya keahlian memeriksa kenari mana yang ok dan yang mana yang buruk. si gadis arogan yang semaunya sendiri itu malah memaksa ayahnya untuk membeli satu tupai itu. ayahnya menolak karena di rumah mereka sudah ada 2 kuda poni, 6 anjing, kelinci, marmut. tetapi si anak ini maksa. maka ayahnya mulai menawar pada Wonka. tapi Wonka menolak. Maka gadis bandel ini marah dan dia menyerobot pintu pembatas dan mulai mendekati kawanan tupai itu. Wonka mengingatkan bahwa tupai-tupai itu bisa frustasi jika daerah kerja mereka didatangi manusia. tapi gadis ini menolak untuk mendengarkan Wonka. dan akhirnya dia dikeroyok oleh tupai-tupai itu dan berakhir di pembuangan sampah karena menurut kawanan tupai ahli itu, gadis ini adalah "Kenari yang Buruk" (kepala gadis itu diketuk-ketuk oleh satu ekor tupai dan tupai ini memutuskan bahwa gadis ini adalah kenari buruk yang wajib dibuang) ayah gadis berusaha menolong namun sama-sama berakhir di pembuangan sampah.
Fiuh....tinggal 2 orang lagi. Tur dilanjutkan ke ruangan lain yang maha dahsyat. si bocah Sains tadi milih masuk ke ruang TV. di sana Wonka menjelaskan bahwa dia mampu mengirimkan coklat via TV. Si Bocah itu marah dan mengatakan bahwa Wonka idiot. sebab Partikel dan Gelombang adalah dua hal yang beda. maka tak mungkin dia bisa mengirimkan coklat itu via TV dan setiap orang bisa mengambil coklat itu langsung dari layar kaca TV mereka. Wonka pun membuktikkan temuannya itu. dan memang coklat itu dapat dimakan...dan Charlie yang memakan coklat itu. Bocah Sains ini melihat hal lain yang mungkin tidak dipikirkan oleh Wonka yaitu Teleportasi. Bocah Sains ini mengatakan bahwa temuan Wonka tak harus berkutat soal coklat namun lebih dari itu bisa mengirmkan manusia. Wonka menolak. Dia tetap hanya akan mengirim coklat bukan manusia. bocah sains ini makin marah dan dia segera melakukan eksperimen sendiri dan yah...dia jadi amat kecil. ayahnya panik karena Wonka bilang tak ada teknologi yang mampu mengembalikan dia. Tapi Wonka punya ide, maka si ayah dan anak itu dibawa ke ruanga "Perentangan permen karet".
Dan..........yup tinggal 1 orang saja....yaitu Charlie!! Singkat cerita Wonka menawari Charlie untuk menjadi ahli warisnya asal dia meninggalkan keluarganya dan rumah reotnya....namun 3 kali Charlie menolaj tawaran itu. Dia berkata, "aku tidak akan meninggalkan keluargaku demi apapun juga" Maka Wonka pun kembali ke perusahaannya dengan bingung...mengapa ada orang seperti Charlie yang begitu mencintai keluarganya. Karena hatinya gusar...maka Charlie tak mampu menciptakan kreasi coklat dan manisan yang unik. Dia pun jalan-jalan ke kota dan menyamar. Suatu saat dia bertemu dengan Charlie. Namun Charlie tidak menyadari kalo itu Wonka sebab Charlie hanya disuruh menyemir sepatu Wonka yang wajahnya ditutup koran. mereka terlibat obrolan...dan tahulah Charlie bahwa itu Wonka. Singkat kisah, Wonka mau ditemani charlie untuk bertemu ayah Wonka.
Olala....rupanya Wonka dulunya tidak diperkenan ayahnya untuk makan manisan dan coklat. maklum ayahnya adalah seorang ahli gigi nomor wahid. Wonka jengkel sebagai anak dia tidak diberi kebebasan,...maka dia kabur dari rumah dan sangat membenci ayahnya. Charlie berkata,"Mr. Wonka, biasanya orangtua bersikap demikian karena mereka begitu mencintai kita". HAri itu....Wonka dan ayahnya berdamai. Dan kabar baiknya Wonka mengangkat Charlie sebagai ahli warisnya dan keluarganya boleh ada bersama-sama dengan Charlie....

Kisah di atas adalah sebuah film dengan judul yang sama dari artikel yang saya tulis ini. ketika melihat film ini jangan menanyakan di manakah kejadian itu terjadi, kapan, sebab film ini agaknya mengambil setting antah berantah yang sulit ditebak di manakah ada tempat semacam ini di bumi kita bahkan mungkin di galaksi ini. Dan bagi saya itu bukan point penting sebab point pentingnya adalah:
  1. Keluarga adalah tempat tumbuh seseorang. tidak hanya tumbuh secara fisik namun kepribadiannya pun tumbuh di dalam lingkungan paling intim yaitu keluarga. jika seorang anak tumbuh di keluarga yang otoriter...maka dia tidak akan mengenal dan mencecap kebebasan...jika seorang anak tumbuh di keluarga yang protective...maka dia tidak akan belajar menjadi mandiri...menjadi dirinya sendiri...dan parahnya...dia tak pernah belajar bertanggung jawab dalam hidup ini. Walaupun ada kemungkinan lain yaitu anak tersebut akan memberontak dan memisahkan diri dari keluarganya itu...seperti Wonka. namun ini bukan Way Out...sebab anak itu masih menyimpan "LUKA" yang musti disembukan.
  2. Keluarga ada pelabuhan yang dapat kita singgahi kapan pun tatkala kita letih berlayar....atau sekedar berteduh dari amukan badai hidup. Charlie kecil memahami betul bahwa keluarga adalah SUPORTER terbaik yang dia miliki di bumi ini. DAn dia sadar bahwa dia tak mungkin berpisah dari keluarganya hanya karena harta....karena dia tahu HARTA TERBESAR...TERMEWAH....ADALAH KELUARGA! Semoga kita juga bisa menciptakan....membina...dan menghargai keluarga kita masing-masing....

Salam.