Hidup ini ibarat perjalanan yang lanskapnya selalu berubah-ubah. Kita semua memulai perjalanan bersama-sama, berbagi persahabatan ,kegembiraan, kesedihan dan pengalaman. Merangkumnya lewat kata dan gambar dalam lembar-lembar catatan perjalanan. Sebab dengan demikian kita meninggalkan jejak yang mungkin suatu ketika akan berguna bagi pejalan yang lain…
Kamis, 14 Februari 2008
valentine day???
happy valentine's day......wah hari ini orang2 hilir mudik membawa aneka macam rasa dan bentuk coklat ada yang membawa bunga ada pula yang cuma duduk diam saja. hari valentine yang konon dirayakan oleh semua umat manusia di seluruh dunia kini seakan miskin makna. betapa tidak kegiatan di hari valentine tak ubahnya ajang berbisnis atas nama cinta lho. gimana gak atas nama cinta lha wong semua pernik pernak yang dijual pake embel2 cinta kan???ya cinta jadi barang komersil..dibungkus memarik mendatangkan duit...hayo sapa mau ikutan???he3x... terlepas dari itu..aku prihatin melihat cinta dimaknai sedemikian dangkal...padahal tuh yang namanya cinta kagak mesti nunggu valentine baru ditunjukkin ke orang lain. setiap kita bisa kok nunjukkin cinta pada sapa aja kapan aja...gak perlu sekali setahun loh.. dan satu lagi....cinta itu gak cuma berarti kamu ngasih coklat ato bunga ke orang lain tapi lewat doa, kerja dan belajar pun kamu bisa menunjukkan cinta pada dunia sekitarmu....ok..selamat mencintai!!!!!
Senin, 11 Februari 2008
fast month
wuah gak terasa dah masuk masa pra paskah 1..oh ya kemaren aku dah puasa lho..tepatnya tanggal 07 februari 2008 sampai tanggal 20 maret 2008. hal-hal yang mendasari aku puasa adalah...ini wujud dari keprihatinanku terhadap orang2 yang kekurangan makan, selain itu aku ingin melepaskan diri dari duniaku yang aku rasa sudah semakin nyaman, dan aku berikthiar untuk masuk menyelami dunia orang lain. aku tergerak untuk puasa ketika aku membaca di koran kompas bahwa buruh gendong di sana yang usianya kira-kira 60-70 taon, mereka makan cuma 2 kali sehari padahal mereka harus mengangkat beban di pundak mereka yang ringkih itu lebih dari 20 kilogram sekali angkat. dan bayangkan berapa kilo total beban yang harus mereka angkat. dan berapa puluh kali mereka melalui anak-anak tangga di pasar bringharjo hanya untuk memperoleh 5000 rupiah sebagai penghasilan bersih mereka. sebab 7000 rupiah sudah habis untuk transpotasi...nah, bayangkan beban yang harus mereka tanggung dibanding dengan apa yang alami sekarang mah kagak ada apa-apanya. selain itu coba lihat anak-anak muda di sekitar kita...bahu-bahu yang mereka pake up to date but pernah gak mereka mikir bahwa jauh di bawah kaki mereka ada orang-orang yang kelaparan dan senantiasa akan kelaparan. dimana hati nurani kita. akankah kita tetap terserang virus buta, tuli dan bisu????
Jumat, 25 Januari 2008
lihat sekitar kita....
kemaren malem pas aku pulang dari latihan paduan suara, aku laper banget.ya maklum aku kan baru makan cuman pagi hari doank.bukan diet sich,badanku dah oke kok,tapi krn males makan.
nah pas lagi nunggu pesenanku dianter,aku ngeliat ada seoerang pengemis tua yang duduk di deket warung tempat aku makan. aku makan di warung depan pastoran mahasiswa katolik di yogya. lama aku mengamati perempuan renta itu. dia diam terpaku.tapi aku menduga pikirannya pasti sedang mengembara.tak lama dia mulai beranjak pergi dari tempatnya. mataku megikuti tiap gerak-geriknya. dia masuk ke warung tempat aku makan dan mendekati salah satu meja paling ujung. dia mengulurkan tangannya yang hitam terbakar matahri.dengan gemetar tangan itu menengadah memohon sedekah. wajah dan pakaiannya mungkin tak ada beda dengan pengemis lain tapi yang sedikit membdkan adalah rambut perempuan renta ini hny beberapa helai saja. dia tak mendapat uang di meja paling ujung itu. dia beranjak ke meja yang lain, dan dia bernasib sama.lalu dia tiba di meja tempat aku dan teman2ku duduk menunggu makanan. dia menjulurkan tangannya. aku dan seorang teman laki2 memberikan uang pada pengemis itu.
setelah menghaturkan terimakasih,pengemis ini pergi. kemudian temanku yang satu lagi nyeletuk"lu mau ngasih tiap pengemis yang ngulurin tangan ke muka lo? busyet baek banget lo."
dia melanjutkan"tau gak lo, pengemis macam mereka tak patut dikasihani, mereka itu ada bossnya mereka pura2 laper tapi benernye mereka itu dibayar kok. lagi jiga kadg mereka tak benar2 miskin."
saya bertanya padanya."kamu tau gak matahari?" dia menjawab"ya elah, ya tu lah.lo kate gue buta?mang kenape ma matahari?" aku meimpali"MAtahari gak pernah membedakan sinarnya dan panasnya, dia memberikan panas dan sinar yang sama kepada manusia yang baik dan manusia yang jahat. demikian pula kasih Allah pada kita, Dia gak pernah nerbitin matahri cuma buat orang yang baik.Dia nerbitin matahari buat yang jahat juga. aku pengen kayak matahari itu. terlepas dari apakah mereka bener2 miskin atau enggak...aku akan tetep memberi selama aku diberi kemampuan en kesempatan untuk memberi."
temanku itu terdiam...
ya begitulah realita di masyarakat kita, yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. tapi apapun itu, kita tetep kudu peka terhadap sekitar kita...so..inget lagu trie utami gak "yup..lihat sekitar kita ya...dan jadilah matahari!!!!
semangat!!!!!
Langganan:
Postingan (Atom)